![]() |
| Praktisi Hukum sekaligus Owner Pena Rakyat News, Samsul, S.H., CPM |
MOJOKERTO – Delapan puluh tahun bukan sekadar hitungan usia bagi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Perjalanan panjang itu adalah rekam jejak pengabdian yang terus diuji oleh dinamika zaman, harapan masyarakat, serta tuntutan untuk menghadirkan hukum yang berkeadilan. Memperingati Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026 dengan tema "Polri untuk Masyarakat", institusi Bhayangkara kembali berada di persimpangan antara sejarah yang telah dibangun dan masa depan yang harus diwujudkan.
Di berbagai penjuru negeri, peringatan Hari Bhayangkara dipenuhi beragam kegiatan sosial, pelayanan kepada masyarakat, hingga dialog bersama berbagai elemen bangsa. Namun, di balik kemeriahan tersebut, tersimpan satu harapan besar yang terus bergema dari masyarakat: hadirnya Polri yang semakin dekat dengan rakyat, semakin profesional dalam bekerja, dan semakin teguh berdiri di atas keadilan.
Praktisi Hukum sekaligus Owner Pena Rakyat News, Samsul, S.H., CPM, menilai usia ke-80 menjadi momentum emas bagi Polri untuk memperkuat kepercayaan publik. Baginya, ukuran keberhasilan sebuah institusi penegak hukum bukan semata terlihat dari kewibawaan seragam atau kekuatan kewenangan, melainkan dari keberanian menegakkan hukum secara adil, bersih, dan tanpa diskriminasi.
"Di usia ke-80 ini, Polri tidak lagi cukup dinilai dari sisi kekuatan institusinya. Masyarakat menginginkan Polri yang Presisi, humanis, berintegritas, serta hadir sebagai pelindung yang mampu memberikan rasa keadilan kepada setiap warga negara," ujar Samsul.
Menurutnya, terdapat tiga fondasi utama yang harus terus diperkuat agar kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin kokoh.
Yang pertama adalah penegakan hukum tanpa pandang bulu. Samsul menegaskan bahwa hukum harus menjadi panglima. Setiap perkara, baik yang melibatkan masyarakat kecil maupun kalangan yang memiliki kekuasaan dan pengaruh, wajib diproses secara profesional, transparan, cepat, dan bebas dari segala bentuk intervensi. Hanya dengan cara itulah keadilan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Harapan kedua adalah semakin eratnya hubungan Polri dengan masyarakat. Ia meyakini konsep Polisi Sahabat Masyarakat harus hadir dalam tindakan nyata, bukan sekadar slogan. Kehadiran Bhabinkamtibmas di desa dan kelurahan harus menjadi wajah Polri yang mampu mendengar, merangkul, sekaligus menyelesaikan persoalan masyarakat melalui pendekatan yang humanis dan mengedepankan dialog.
Sementara itu, harapan ketiga menyangkut peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurut Samsul, era digital telah melahirkan tantangan baru berupa kejahatan siber, penipuan daring, hingga berbagai persoalan hukum yang semakin kompleks. Oleh karena itu, setiap anggota Polri dituntut memiliki kemampuan hukum yang kuat, menguasai teknologi, berpikir adaptif, dan terus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan serta pelatihan yang berkelanjutan.
Ia menambahkan, Polri yang besar bukan hanya karena kewenangan yang dimilikinya, tetapi karena kepercayaan yang diberikan masyarakat. Kepercayaan itu hanya dapat diraih melalui pelayanan yang tulus, penegakan hukum yang adil, serta integritas yang dijaga dalam setiap langkah pengabdian.
Menutup keterangannya, Samsul menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran Polri yang tengah memperingati Hari Bhayangkara ke-80.
"Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Semoga Polri terus menjadi institusi yang Presisi, semakin dicintai rakyat, teguh menjaga keadilan, mengayomi tanpa membedakan, serta menjadi teladan dalam penegakan hukum di Indonesia. Pers akan selalu hadir sebagai mitra kritis yang konstruktif, mengawal setiap ikhtiar menuju Polri yang semakin profesional, bersih, dan dipercaya masyarakat."
Redaktur: Tim Pena Rakyat News

إرسال تعليق